Enter your keyword

Selasa, 10 Januari 2017

Mengapa kita berbisnis

By On Januari 10, 2017
Apakah definisi bisnis itu  :
Tidak ada definisi yang baku mengenai arti bisnis.  Dalam ilmu ekonomi, bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau organisasi bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba.  Secara etimologi, bisnis berarti keadaan dimana seseorang atau sekelompok orang sibuk melakukan pekerjaan untuk menghasilkan keuntungan.

Bagi saya tidak terlalu penting mengenai definisi bisnis itu juga arti katanya, pada intinya berbisnis  adalah kegiatan untuk mendapatkan keuntungan dengan menjual atau menawarkan suatu produk  kepada orang lain. Produk bisa berupa barang atau jasa.

Saya termotivasi dari sebuah hadits (terlepas dari kuat atau lemahnya hadits ini),  yang mengatakan bahwa 9 dari 10 pintu rejeki berasal dari perdagangan. Sebagian besar orang dari kita nampaknya lebih suka bekerja kepada orang lain daripada berdagang. Sebagian besar keluarga saya pun demikian. Bahkan orang tua saya pun lebih mengarahkan anak-anaknya  untuk menjadi pegawai daripada berdagang.  Saya memutuskan untuk melakukan bisnis setelah 5 tahun menjadi karyawan. Dan perjalanan bisnis saya sudah hampir 8 tahun dimana  sayapun mengalami berbagai macam proses yang membuat saya semakin “dewasa dan bijaksana” dalam memilih bisnis.

Walau bagaimanapun saya tetap mengakui, bahwa bekerja di sebuah perusahaan yang mapan dengan kepastian gaji bulanan tentu dianggap lebih aman, nyaman, dan resiko rendah. Banyak bahkan teman-teman dan family terdekat saya yang menganggap, jadi pegawai negerilah profesi yang paling aman saat ini. Apalagi profesi sebagai guru yang saat ini kesejahteraan, katanya, sudah jauh lebih diperhatikan oleh pemerintah. Setelah berhenti bekerja di masa tua nanti, dapat uang pensiun bulanan tetap pula. Tetapi pada akhirnya perjalanan hidup saya adalah di dunia bisnis, meskipun jauh dari skala yang dikatakan besar, tetapi saya Alhamdulillah teman-teman menilai saya sebagai seorang wanita yang cukup berhasil, meski bagi saya masih jauh sekali dari sempurna. Bukan berarti tidak bersyukur. Tetapi  bersyukur tidak berarti diam, bersyukur  adalah tetap bergerak maju untuk selalu mendapatkan yang terbaik.

Keutamaan Bisnis dalam Islam 

Karena saya dibesarkan dalam keluarga muslim otomatis pola pikir saya dipengaruhi oleh kondisi tersebut, tanpa bermaksud apa-apa, karena pada dasarnya semua agama mengajarkan kebaikan dalam berhubungan dengan sesama manusia.  Mengutip dari berbagai sumber saya menemukan keutamaan bisnis dalam Islam, diantaranya adalah :

(1) Bisnis merupakan pekerjaan yang paling mulia. Dalam hadits diriwayatkan :

سُئِلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ أَفْضَلِ الْكَسْبِ فَقَالَ بَيْعٌ مَبْرُورٌ وَعَمَلُ الرَّجُلِ بِيَدِهِ (رواه أحمد)

Dari Hani' bin Nayar bin Amru ra berkata, bahwa Nabi Muhammad SAW ditanya mengenai pekerjaan yang paling mulia. Beliau menjawab, “Jual beli (bisnis) yang mabrur (sesuai syariat dan tidak mengandung unsur tipuan dan dosa) dan pekerjaan yang dilakukan seseorang dengan kedua tangannya." (HR. Ahmad)

(2) Bisnis akan mendatangkan keberkahan. Artinya cara mencari rizki dengan berbisnis merupakan cara yang mendapatkan keberkahan dari Allah SWT. Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW bersabda;

عَنْ حَكِيمٍ بْنِ حِزَامٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْبَيِّعَانِ بِالْخِيَارِ مَا لَمْ يَتَفَرَّقَا فَإِنْ صَدَقَا وَبَيَّنَا بُورِكَ لَهُمَا فِي بَيْعِهِمَا وَإِنْ كَذَبَا وَكَتَمَا مُحِقَتْ بَرَكَةُ بَيْعِهِمَا (رواه البخاري ومسلم)

Dari Hakim bin Hizam ra, dari Nabi Muhammad SAW bersabda; "Penjual dan pembeli keduanya bebas memilih selagi keduanya belum berpisah. Maka jika keduanya jujur dan saling menjelaskan dengan benar, maka akan diberkahi pada bisnis keduanya. Namun jika menyembunyikan cacat dan dusta, maka terhapuslah keberkahan jual beli tersebut. (HR. Bukhari – Muslim)

(3) Pelaku bisnis yang jujur dan amanah akan dikumpulkan kelak di akhirat bersama para nabi, shiddiqin dan syuhada'. Sedang mereka semua di akhirat tidak memiliki tempat melainkan di surga. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda :

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ التَّاجِرُ الصَّدُوقُ اْلأَمِينُ مَعَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ (رواه الترمذي)

Dari Abu Sa'id ra, dari Nabi Muhammad SAW bersabda, "Seorang pebisnis yang jujur lagi amanah, maka ia akan bersama para nabi, shiddiqin dan syuhada'. (HR. Turmudzi)

(4) Dalam beberapa kitab sirah nabawiyah bahkan digambarkan bahwa masyarakat Mekah tidak dianggap sebagai orang yang terhormat dan memiliki  kewibawaan, kecuali jika ia merupakan seorang pebisnis.

(5) Banyak ulama yang mengatakan, bahwa orang yang berbisnis lebih dapat mengatur waktu dan kehidupannya secara baik. Seperti lebih dapat meluangkan waktu untuk beribadah, berdakwah mengarahkan umat dsb. Oleh karenanya tidak heran jika ulama-ulama besar umat ini, mereka juga adalah pengusaha besar.

Dalam sebuah hadits lain  juga dikatakan bahwa Allah SWT akan memberikan rahmat dan  ampunan kepada seseorang yang memudahkan  dalam bertransaksi dengan orang lain,  yaitu ketika menjual, ketika membeli dan ketika menagih pembayaran atau hutang.

Jika diperhatikan bahwa kegiatan membeli (ketika membeli barang untuk kemudian dijual kembali), menjual barang,  dan juga ketika menagih pembayaran dalam transakis jual beli, merupakan inti dari sebuah usaha atau bisnis. Dan ketika ketiga hal tersebut dapat dilakukan dengan baik, tentunya juga akan memperlancar usaha bisnisnya. Sebaliknya jika ketiga proses tersebut terhambat, maka sedikit banyak juga akan menghambat proses bisnisnya.

Seorang pebisnis yang baik akan memudahkan orang lain dalam ketiga proses bisnis di atas, sekaligus juga memberikan makna mempermudah orang lain dalam proses mencari rizki. Memberi kelonggaran, memberi toleransi, akan membuat orang lain senang. Sehingga siapapun akan merasa nyaman dan puas ketika bermuamalah atau bertransaksi dengannya.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللَّهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ وَاللَّهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ (رواه مسلم)

Dari Abu Hurairah ra berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa yang membebaskan seorang mu'min dari himpitan kehidupan di dunia, maka Allah akan membebaskannya kelak dari himpitan di hari akhir. Dan barang siapa yang memudahkan orang yang sedang dalam kesulitan, maka Allah akan memudahkannya kesulitannya di dunia dan di akhirat. Dan barang siapa yang menutupi aib seorang muslim, maka Allah pun akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat. Dan Allah akan selalu menolong seorang hamba, selagi hamba tersebut selalu menolong saudaranya. (HR. Muslim)

Dengan mempelajari beberapa cara dan etika bisnis dalam Islam bisa dilakukan hal-hal berikut :

1. Mendahulukan dalam pengucapan salam.
Salam merupakan doa dari seorang muslim kepada orang lain. Salam merupakan sapaan, seseorang terhadap orang lain. Dan setiap orang tentunya suka dan senang jika di sapa terlebih dahulu, apalagi jika sapaan tersebut juga merupakan sebuah doa. Salam juga merupakan kunci dalam mempererat hubungan antara seseorang dengan orang lain. Oleh karena itu, salam juga merupakan rahasia, untuk menumbuhkan ikatan antara seorang pebisnis dengan customernya. Rasulullah SAW bersabda,

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لاَ تَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا وَلاَ تُؤْمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا أَوَلاَ أَدُلُّكُمْ عَلَى شَيْءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوهُ تَحَابَبْتُمْ أَفْشُوا السَّلاَمَ بَيْنَكُمْ (رواه مسلم)

Dari Abu Hurairah ra berkata, "Kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman. Dan kalian tidak (dikatakan) beriman hingga kalian saling mencintai. Maukah aku beritahu pada kalian pada satu hal, yang jika kalian lakukan, maka kalian akan saling mencintai? (Yaitu) sebarkanlah salam diantara kalian." (HR. Muslim)

Akan lebih baik lagi tentunya, jika seorang pebisnis memulai salam terlebih dahulu kepada mitra bisnis atau customer , baik melalui telpon, sms, email, surat menyurat, sosial media,   maupun dalam kontak langsung. Memulai mengucapkan salam, merupakan bentuk pemberian perhatian kepada customer. Karena begitu pentingnya salam ini, dalam hadits lain, Rasulullah SAW juga menganjurkan agar kita mengucapkan salam, baik kepada orang yang kita kenal, ataupun bahkan terhadap yang belum kita kenal:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَجُلاً سَأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ اْلإِسْلاَمِ خَيْرٌ قَالَ تُطْعِمُ الطَّعَامَ وَتَقْرَأُ السَّلاَمَ عَلَى مَنْ عَرَفْتَ وَمَنْ لَمْ تَعْرِفْ (رواه البخا

Dari Abdullah bin Amru ra, bahwasanya seorang laki-laki bertanya kepada Nabi Muhammad SAW, amalan Islam apakah yang paling baik? Rasulullah SAW bersabda, "Memberikan makan pada orang miskin dan mengucapkan salam baik terhadap orang yang engkau kenal maupun yang tidak engkau kenal. (HR. Bukhari).

2. Memberikan senyuman.
Selain dianjurkan mengucapkan salam, kita juga dianjurkan untuk memberikan senyuman atau menampakkan wajah yang ceria, khususnya ketika bertemu dengan mitra bisnis dan customer (meskipun sebenarnya makna utama dari hadits ini adalah memberikan senyuman secara umum kepada orang lain). Dalam sebuah hadits digambarkan :

عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَبَسُّمُكَ فِي وَجْهِ أَخِيكَ لَكَ صَدَقَةٌ وَأَمْرُكَ بِالْمَعْرُوفِ وَنَهْيُكَ عَنْ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَإِرْشَادُكَ الرَّجُلَ فِي أَرْضِ الضَّلَالِ لَكَ صَدَقَةٌ وَبَصَرُكَ لِلرَّجُلِ الرَّدِيءِ الْبَصَرِ لَكَ صَدَقَةٌ وَإِمَاطَتُكَ الْحَجَرَ وَالشَّوْكَةَ وَالْعَظْمَ عَنْ الطَّرِيقِ لَكَ صَدَقَةٌ وَإِفْرَاغُكَ مِنْ دَلْوِكَ فِي دَلْوِ أَخِيكَ لَكَ صَدَقَةٌ (رواه الترمذي)

Dari Abu Dzar ra berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Senyumanmu terhadap saudaramu adalah shadaqah bagimu, amar ma'ruf dan nahi mungkarmu adalah shadaqah, menunjukkan jalan pada orang yang tersesat adalah shadaqah, membantu penglihatan pada orang yang pandangannya lemah adalah shadaqah, menyingkirkan batu, duri dan tulang dari jalanan adalah shadaqah, menuangkan air dari timba ke timba saudara kita adalah shadaqah." (HR. Turmudzi)

Memberikan wajah yang ceria kepada mitra bisnis maupun kepada customer merupakan teknik jitu mengambil hati mereka. Wajah ceria maupun senyuman ini, bisa berarti makna hakiki namun bisa juga berarti makna majazi (kiasan). Karena senyuman atau wajah ceria dalam skala yang lebih besar dapat berupa tampilan tempat usaha atau toko yang nyaman dan menyenangkan bagi pelanggan. Di samping juga tentunya memberikan pelajaran kepada  para petugas, pelayan ataupun pegawai  agar  senantiasa memberikan senyuman kepada para tamunya adalah merupakan  makna secara hakiki

3. Memperhatikan keperluan-keperluannya. 
Memperhatikan keperluan saudara kita merupakan sunnah yang sangat dianjurkan Rasulullah SAW kepada kita. Karena hal ini akan sangat memberikan pengaruh khususnya pada hubungan antar sesama muslim, tidak terkecuali juga terhadap mitra bisnis maupun customer. Karena Islam memandang bahwa memperhatikan kebutuhan orang lain di satu sisi memang terlihat seolah hanya untuk kepentingan customer. Namun di lain fihak sesungguhnya hal ini akan berdampak pada kemudahan yang Allah berikan terhadap kebutuhan-kebutuhan kita sendiri. Dalam sebuah hadits diriwayatkan :

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ أَخْبَرَهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: وَمَنْ كَانَ فِيْ حَاجَةِ أَخِيْهِ كَانَ اللهُ فِيْ حَاجَتِهِ (رواه البخاري)

Dari Abdullah bin Umar ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda, ..."Dan barang siapa yang memperhatikan keperluan saudaranyal, maka Allah SWT pun akan memperhatikan keperluan-keperluannya. (HR. Bukhari)

4. Memulai sejak pagi sekali.
Memulai bisnis sejak pagi hari, merupakan salah satu bentuk sunnah Rasulullah SAW dalam berbisnis. Karena memulai bisnis di pagi-pagi sekali menunjukkan kesungguhan seseorang dalam berusaha. Dan sebagai seorang muslim, waktu minimal untuk memulai aktivitas adalah ketika terdengar azan subuh,

لاَ تَنَامُوْا عَنْ طَلَبِ أَرْزَاقِكُمْ فِيْمَا بَيْنَ صَلاَةِ الْفَجْرِ إِلَى طُلُوْعِ الشَّمْسِ (رواه الديلمي في الفردوس)

Dari Anas bin Malik ra, bahwa Rasulullah SAW) bersabda, 'Janganlah kalian tidur (kembali) untuk mencari rizki kalian, yaitu antara waktu shalat subuh hingga terbitnya matahari. (HR. Dailami dalam Musnad Firdaus)

Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW bersabda :

عَنْ صَخْرٍ الْغَامِدِيِّ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اللَّهُمَّ بَارِكْ لِأُمَّتِي فِي بُكُورِهَا وَكَانَ إِذَا بَعَثَ سَرِيَّةً أَوْ جَيْشًا بَعَثَهُمْ مِنْ أَوَّلِ النَّهَارِ وَكَانَ صَخْرٌ رَجُلاً تَاجِرًا وَكَانَ يَبْعَثُ تِجَارَتَهُ مِنْ أَوَّلِ النَّهَارِ فَأَثْرَى وَكَثُرَ مَالُهُ قَالَ أَبُو دَاوُد وَهُوَ صَخْرُ بْنُ وَدَاعَةَ (رواه الترمذي وأبو داود وابن ماجه)

Dari Shakhr Al-Amidi ra, Nabi Muhammad SAW bersabda, 'Ya Allah berikanlah keberkahan pada umatku pada (atas usaha yang dilakukan) pada pagi hari. Dan bahwasanya Shakhr adalah seorang pengusaha, dan ia apabila mengirimkan dagangannya beliau lakukan pada pada waktu pagi hari. Maka ia menjadi kaya dan banyak hartanya." Abu Daud mengatakan, bahwa ia (Shakhr) adalah Shakhr bin Wada'ah. (HR. Turmudzi, Abu Daud & Ibnu Majah)

Kesimpulannya adalah, bahwa secara umum mencari rizki dari mulai ba'da subuh atau pagi-pagi sekali, akan membawa keberkahan, di samping juga memiliki nilai pahala yang lebih mulia di bandingkan dengan yang memulai bisnisnya di siang hari.

5. Menjaga silaturahim. 
Hal lain yang perlu dilakukan seseorang adalah menyambung silaturahim. Karena silaturahim (tidak terkecuali terhadap customer) akan melanggengkan bisnis, dan bahkan meningkatkan keuntungan, baik duniawi maupun ukhrawi. Hal ini dikatakan langsung oleh Rasulullah SAW dalam haditsnya :

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ (رواه البخاري)

Dari Anas bin Malik ra bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa yang berkeinginan agar rizkinya dilapangkan dan nama baiknya di kekalkan, maka hendaknya ia menyambung tali persaudaraannya." (HR. Bukhari)

Dalam dunia bisnis silaturahim sangat perlu untuk menjaga kelanggengan hubungan bisnis dengan mitra maupun dengan customer. Karena dengan silaturahim, jalinan persaudaraan akan lebih erat yang oleh karenanya keeratan hubungan lain pun dapat terbina, seperti dalam hubungan bisnis. Karena silaturahim menimbulkan dampak psikologis tersendiri yaitu kedekatan emosional yang lebih terbina dengan baik. Dan di dalam bisnis terkadang seseorang menjalin hubungan bisnis tidak hanya karena harga yang murah atau pelayanan yang baik, namun terkadang hubungan emosional terkadang bisa lebih dominan. Dan alangkah baiknya, ketika pelayanan yang baik, harga yang murah juga dibingkai dengan bingkaian silaturahim. Tentunya hal ini akan menjadi lebih baik lagi. Seandainya pun silaturahim secara fisik agak sulit dilakukan, silaturahim dengan media lainpun juga bisa dilakukan, seperti dengan media telpon, sms, surat, email, juga melalui media social lainnya yang saat ini menjadi trend. Pada intinya, jangan sampai hubungan terabaikan dan terputus begitu saja.

6. Melakukan sesuatu dengan sempurna. 
Artinya dilakukan dengan profesional, melampaui target, tuntas dsb. Dasarnya adalah sebuah riwayat dari Imam Thabrani :

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا، أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : إِنَّ اللهَ يُحِبُّ إِذَا عَمِلَ أَحَدُكُمْ عَمَلاً أَنْ يُتْقِنَهُ (رواه الطبراني)

Dari Aisyah ra, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah SWT mencintai seorang hamba yang apabila ia mengerjakan sesuatu, ia mengerjakannya dengan sempurna " (HR. Thabrani).

Jika dikaitkan dengan dunia usaha adalah bagaimana  suatu barang diproses dengan sempurna, mulai dari bentuknya, komposisinya, kualitasnya, hingga kepada pengemasannya. Semua dilakukan dengan baik dan sempurna. Sedangkan dalam marketing, bisa diartikan dengan penjualan barang minimal sampai mencapai targetnya, atau bahkan melampaui targetnya.  Dalam bekerja adalah bagaimana pekerjaan yang dilakukan seseorang tuntas, selesai, rapi, dan tidak menimbulkan permasalahan lainnya. Demikian seterusnya. Dan dalam berbisnis secara umum artinya ,melakukan usaha yang maksimal, baik dalam memproduksi, menjual, mengemas, membina hubungan baik dengan mitra bisnis maupun dengan customer, termasuk kesempurnaan dalam memahami aspek-aspek syariah ketika berbisnis.

Selamat berbisnis bagi anda yang sudah memutuskan untuk berbisnis.
Jika Anda termasuk golongan yang memilih tetap jadi pegawai juga bukan masalah. Tidak ada paksaan dalam memilih jalan hidup. Jadilah pegawai yang baik, berkarirlah di bidang Anda

Selasa, 03 Januari 2017

Conditions for successful Internet companies

By On Januari 03, 2017
Lots of people are trying to achieve success in the business opportunities the internet or online business. But in fact only less than 10% that really could work successfully. Why do many fail? And many tricks they have tried but still did not visit a satisfying payoff. So what's really the key to their success was 10%? After I have studied and I've experienced in my experience many years, to succeed in business online, at least we should: - Focus Do not like it like a frog who liked to jump here jump there in exploiting business opportunities.

If you do this, I guarantee you 95% you will fail. - Commitment Do not ever give up and never backed away before you succeed. - Patience Internet business is not a way to instantly wealthy. It takes time and process to be successful in internet business. It is nonsense to be successful in internet business in a matter of weeks. - Avoid crowded market Do not enter the already crowded market (market is very much a rival), unless you have a master's in business online. so, if you are not a master, find a niche market (nice market). Easier to succeed if you focus on the nice market. Please try your own tips above. If you really do it, chances are you will be part of those who are already successful in the internet business.

Senin, 02 Januari 2017

Blog Pribadi Dyah Nurul

By On Januari 02, 2017
 Blog pribadi dyahnurul.com telah online, semoga bermanfaat...Blog pribadi dyahnurul.com telah online, semoga bermanfaat...Blog pribadi dyahnurul.com telah online, semoga bermanfaat...Blog pribadi dyahnurul.com telah online, semoga bermanfaat...Blog pribadi dyahnurul.com telah online, semoga bermanfaat...Blog pribadi dyahnurul.com telah online, semoga bermanfaat...Blog pribadi dyahnurul.com telah online, semoga bermanfaat...Blog pribadi dyahnurul.com telah online, semoga bermanfaat...Blog pribadi dyahnurul.com telah online, semoga bermanfaat...Blog pribadi

dyahnurul.com telah online, semoga bermanfaat... Blog pribadi dyahnurul.com telah online, semoga bermanfaat...Blog pribadi dyahnurul.com telah online, semoga bermanfaat...Blog pribadi dyahnurul.com telah online, semoga bermanfaat...Blog pribadi dyahnurul.com telah online, semoga bermanfaat...Blog pribadi dyahnurul.com telah online, semoga bermanfaat...Blog pribadi dyahnurul.com telah online, semoga bermanfaat...Blog pribadi dyahnurul.com telah online, semoga bermanfaat...Blog pribadi dyahnurul.com telah online, semoga bermanfaat...Blog pribadi dyahnurul.com telah online, semoga bermanfaat...Blog pribadi dyahnurul.com telah online, semoga bermanfaat...Blog pribadi dyahnurul.com telah online, semoga bermanfaat...Blog pribadi dyahnurul.com telah online, semoga bermanfaat...Blog pribadi dyahnurul.com telah online, semoga bermanfaat...Blog pribadi dyahnurul.com telah online, semoga bermanfaat...Blog pribadi dyahnurul.com telah online, semoga bermanfaat...Blog pribadi dyahnurul.com telah online, semoga bermanfaat...Blog pribadi dyahnurul.com telah online, semoga bermanfaat...

Popular